Jumat, 28 Desember 2012

Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak



Kebiasaan membaca berbanding lurus dengan kecerdasan seseorang. Alasannya karena aktivitas membaca dapat melatih otak agar selalu melakukan fungsinya dengan sempurna. Ketika membaca, otak dituntut untuk fokus mencerna makna dari kalimat bacaannya.  Informasi yang tadinya hanya berupa tulisan, dikembangkan menjadi bentuk imajinasi dalam fikiran pembacanya. Sehingga pembaca bisa memahami dan membayangkan maksud dari kalimat yang dibacanya itu.

Menurut beberapa sumber, ternyata minat membaca pada anak-anak di Indonesia sungguh memprihatinkan. Oleh karena itu diharapkan ada kesadaran dan peran aktif dari para orang tua di Indonesia supaya anak-anaknya memiliki kesukaan membaca.

Di bawah ini ada beberapa saran yang bisa dipraktikkan supaya anak-anak Anda gemar membaca.
  1. Buat budaya membaca di rumah. Anak yang biasa melihat ayah dan bundanya membaca, akan cenderung suka membaca juga.
  2. Jangan larang anak untuk membaca di mana pun dan dalam posisi apapun selama itu tidak membahayakan kesehatan. Supaya anak tetap disiplin waktu, buat jadwal tugas-tugas yang wajib anak kerjakan sebelum membaca buku.
  3. Biarkan buku ada di berbagai ruangan. Konsekwensinya bisa jadi rumah kita tidak selalu dalam keadaan rapi. Walau begitu ajari juga anak supaya mau membereskan buku-buku yang telah dibacanya.
  4. Sediakan buku bacaan sesuai dengan tahapan usia anak. Menyediakan buku bacaan tidak harus membeli dengan harga mahal. Kita bisa membeli buku-buku diskon di pameran, buku atau majalah bekas yang masih laik baca, atau meminjam di perpustakaan dan taman bacaan.
  5. Bagi anak yang lebih kecil (3-5 tahun), orang tua bisa mendongeng dari buku-buku cerita anak. Saat mendongeng, gunakan vokal dan intonasi yang baik serta gerak tubuh (gesture) yang tepat.
  6. Ajaklah anak-anak ke toko buku atau pameran buku dan biarkan mereka memilih bukunya sendiri.
  7. Hargai setiap prestasi anak dengan menghadiahi mereka buku yang diinginkankannya.
  8. Pancing kepenasaran anak-anak dengan memberi buku berseri. Berikan buku jilid pertama dan lihat reaksi mereka. Kalau anak Anda penasaran, baru memberikan buku yang keduanya.
  9. Saat ini sudah ada perpustakaan-perpustakaan yang memiliki fasilitas nyaman seperti tempat membaca lesehan, ada bantal-bantal atau bonekanya, ada fasilitas edutoys-nya seperti puzzle, balok-balok susun, lego, catur, ular tangga, halma dan lain-lain. Jadikan tempat tersebut sebagai salah satu alternatif rekreasi keluarga.
  10. Dibutuhkan sikap bijaksana dari orang tua terhadap aktivitas menonton televisi. Tayangan televisi yang hanya menitikberatkan pada gambar dan suara bisa membuat anak malas membaca. Gambarnya yang cepat bergerak dan berganti, membuat anak tak biasa berkonsentrasi. Padahal saat membaca, anak butuh konsentrasi. 
Saran di atas pernah penulis praktikkan sendiri di keluarga dan berhasil meningkatkan minat anak-anak pada bacaan. Mudah-mudahan saran ini pun bisa menjadi solusi bagi para pembaca yang membutuhkan.

Selasa, 25 Desember 2012

Evaluasi 2012 dan Resolusi 2013

Membaca resolusiku untuk tahun 2012 di sini, ada yang bikin aku angguk-angguk, tapi ada juga yang bikin aku mesem-mesem hehe... Mungkin salah satu prestasi bagiku adalah mengurus blog ini dan menjaga keberlanjutannya. Sejujurnya aku nggak muluk-muluk dalam hal apa pun. Bukan aku tidak ingin berjuang keras, tapi kupikir, segala sesuatunya harus realistis. Ngapain ngotot dalam satu hal, kalau dalam hal lain terkorbankan yang berakibat malah semuanya jadi kacau. Contohnya, salah satu yang harus kupertimbangkan adalah kesehatan. So, sebesar-besarnya keinginanku untuk mencapai sesuatu, aku pasti tetep merhatiin gimana supaya aku tetap sehat. Kalau malah sakit, bukannya semua target malah kacau. Betul, tidak? :D

Pencapaian yang lainnya adalah terbit novel anak yang selama ini sangat aku cita-citakan. Menjadi penulis novel anak-anak. Duh, serasa jadi Enid Blyton, meski baru seujung kukunya hehe...

Terus, yang lainnya lagi adalah baca novel-novel. Itu juga aku lakukan. Entah tapinya, apakah aku maksimal atau tidak.  Yang pasti setelah aku melahap sekian banyak novel, timbul juga rasa jenuh. Padahal sudah aku variasikan genrenya. Namun saat aku pergi-pergi ke beberapa tempat, aku menyadari bahwa inspirasi tidak hanya sekedar dari membaca buku. Melihat tempat-tempat baru, mendengar musik, blogwalking, sungguh itu mendatangkan ide.

Selanjutnya, menulis buku nonfiksi. Yang terakhir aku kerjakan adalah menulis buku kisah 25 Nabi dan Rasul. Berharap banget sih, mudah-mudahan buku ini cepat terbit. Antologi juga ada beberapa yang terbit. Yah, alhamdulillah banget bagiku. Tahun 2012 tidak 'nol'.

Kalau melihat target dan pencapaian teman-teman penulis lainnya kadang bikin ngiri banget. Namun, aku selalu ngingetin diri bahwa sampai saat ini, aku tidak bisa menjadikan menulis sebagai profesi. Aku tetap berpandangan menulis adalah hobi, sampingan, hiburan. Jadi, tetap bakal kukerjakan, tapi fokus utamaku tetap tidak bisa itu.

Lanjut ke evaluasi. Yang mungkin agak mengecewakan bagiku adalah, aku merasa belum sempat belajar secara khusus mengenai gaya-gaya penulisan dan vocabulary. Untuk hal ini, aku menghibur diri, bahwa belajar adalah membaca dan praktek. Yang lainnya adalah menulis artikel dan reportase. Melihat ini, kok kayaknya aku kerepotan banget sih hehe... Tapi ya, sudahlah. Tahun 2012 hampir berlalu. Seperti ku bilang tadi, aku sungguh bersyukur dengan semua pencapaianku ini.

Nah, sekarang bagaimana dengan resolusi tahun 2013?
Gak jauh-jauh dari sebelumnya. Ini resolusiku:
1. Tetap memotivasi anak-anak supaya mempertahankan kemampuan menulisnya.
Untuk yang ini, aku anggap penting banget. Anak-anak harus memiliki bekal hidup. Harta mungkin bisa habis, tapi keterampilan bisa dipakai setiap saat. Anak-anak harus tahu bahwa mereka bisa dan punya kemampuan menulis. Setelah tahu, mereka harus tetap ingat. Manakala dewasa nanti, mungkin mereka akan membutuhkannya. Ku harap menulis bisa berguna buat mereka saat aku tidak bisa memberi mereka apa-apa lagi.
2. Sampai saat ini, dan mungkin beberapa tahun ke depan, aku tetap ingin memfokuskan diri pada novel anak. 
Bukan aku merasa begitu banjir ide. Tidak sama sekali. Tapi menyenangkan saja :)
3. Pengen lebih banyak jalan-jalan
Aku berharap bisa mencatat suasana baru untuk menjadi setting dalam cerita-ceritaku nanti.
4. Ngurus blog tetep. Untuk ini, jangan pernah ada kata 'malas'. Bersenang-senang sajalah!
5. Kalau nulis pesanan, apa pun pasti aku kerjain.
Hehe... ketahuan banget pengen dapet duitnya *nyengir selebar-lebarnya.

Sementara kayaknya itu aja. Ntar deh, 3 bulan dan 6 bulan ke depan dievaluasi lagi. Pokoknya, bismillahi tawakaltu Alalloh, lahaula walaa quwwata illa billah :)


Sabtu, 22 Desember 2012

Pelatihan Menulis Cerita Anak Bersama QS Emmus

Ikutan, yuk!

Pelatihan Menulis Cerita Anak
"Kiat Tembus Media"
Bersama QS. Emmus

Waktu: 30 Desember 2012
Tempat: Gramedia Merdeka
Jln. Merdeka 43 8andung
Tenda Pameran Year End Sale
Jam: 09.00 - 12.00 WIB

HTM Rp10.000
ke Syfa 085722116027
Atau bagian informasi samping panggung

Ikuti juga lomba menulis spontan berhadiah paket buku dari Gramedia!

Buruan daftar, tempat terbatas. Hanya untuk 30 peserta saja!

Kamis, 06 Desember 2012

K-Novel Saranghae, BLUEMOON



HARGA: Rp. 27.000,-
Penulis: Yas Marina
Penerbit: Dar Mizan

Sinopsis:

Menjadi personel girlband Korea ... wow banget! Jin-Ae, Mi-Cha, TJ, Soo-Yun dan Hana; personel Girlband Bluemoon, tiba-tiba jadi terkenal di mana-mana. Yang dulunya tak mau kenal dengan mereka, sekarang jadi sok akrab, deh. Tapi sayangnya, sahabat Jin-Ae sendiri, Cho-Hee, malah jadi marah dan menjauh, bahkan hampir membuat Bluemoon terpecah! Hm ... kenapa, ya?
Dapatkah Jin-Ae sebagai leader menyelesaikan masalah ini? Apakah hukuman yang pantas untuk Cho-Hee yang tega menggunting kostum panggung TJ? Baca tuntas novel yang Korea banget ini, yuk

******************

Bagi penggemar K-Pop, ini novel yang pas buat kamu.
So girly dan Korea abiiisss...

--Alya Namira (Dinda), Pemenang 1 Lomba Cerpen Tingkat SD Nasional

Selasa, 04 Desember 2012

Milkuat Botol Tiger, Cara Minum Susu Asyik Bagi Anak-Anak



Anak-anak jaman sekarang berbeda dengan anak-anak jaman kita dahulu. Mereka lebih punya kemampuan mengargumentasikan keinginannya. Mereka juga tidak ingin sesuatu yang biasa-biasa saja. Contohnya susu. Dulu, kalau orang tua kita mengatakan harus minum susu karena susu itu bermanfaat, pasti kita meminumnya. Apalagi kalau nasihat orang tua berkepanjangan, seperti, tidak semua orang lho bisa membeli susu. Maka, kita pun merasa beruntung bisa minum susu. Glek…glek…glek… susu yang sudah tersedia di gelas pun tandas habis.

Anak sekarang memilih sendiri jajanan yang disukainya

Tidak dengan anak-anak sekarang. Begitu beragamnya pilihan yang bisa mereka dapatkan, membuat anak-anak memilih sesuatu yang paling menarik hatinya. Padahal siapa pun tahu, sesuatu yang menarik di mata, belum tentu berguna. Anak saya Awan yang masih berumur 5 tahun, saat diajak belanja ke minimarket dekat rumah, pasti tangannya langsung menunjuk ke deretan makanan dan minuman. Terus terang hati saya deg-degan sepanjang belanja. Saya khawatir dia memilih makanan atau minuman yang ‘asal-asalan’. Karena itu, seringkali acara belanja merupakan acara ‘kabur’ dari rumah. Supaya Awan tidak ikut dan memilih sendiri jajanannya.

Namun sepandai-pandainya tupai melompat, kadang-kadang pernah jatuh juga. Demikian pula dengan saya. Serapi-rapinya saya merencanakan keluar untuk belanja, pada suatu waktu ketahuan juga oleh Awan. Yah, terpaksa deh saya mengajaknya. Tapi kali ini pengalaman saya lain. Begitu masuk ke minimarket, Awan langsung menunjuk pada minuman dalam botol berbentuk tiger. Tentu saja saya setuju. Karena setelah saya amati, ternyata produk tersebut adalah susu Milkuat yang merupakan produk dari Danone, produsen makanan dan minuman terpercaya.

Awan memilih minum susu Milkuat botol tiger

Ya, saya memang tidak pernah keberatan kalau anak-anak meminta jajanan kalau itu makanan dan minuman yang bergizi, contohnya seperti susu tadi. Ingat istilah dalam sebuah slogan menu sehat: 4 Sehat 5 Sempurna. Saya memang selalu mengusahakan anak-anak terpenuhi gizinya. Terpenuhi gizi itu tidak harus selalu dengan makanan atau minuman yang mahal-mahal. Asal kita bisa menyajikan dengan menarik dan diolah sesuai cita rasa anak-anak, maka nasi dan makanan pokok lainnya, sayur, lauk, dan buah pasti dimakan oleh anak-anak saya. Demikian pula dengan susu. Susu Milkuat botol tiger memiliki kemasan unik dengan rasa cokelat dan stroberi terbaik dan lebih enak sehingga menarik minat anak saya untuk meminumnya. 

Mengapa Anak-Anak Sebaiknya Minum Susu?

Mengapa sih, saya selalu mengusahakan anak saya minum susu? Mari kita lihat manfaat susu bagi anak-anak.

  • Anak-anak sedang mengalami pertumbuhan fisik yang pesat sehingga tentunya membutuhkan asupan gizi yang tepat salah satunya kalsium yang berguna untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan struktur tulang.  
  • Anak-anak sedang mengalami pertumbuhan dan pergantian gigi. Lagi-lagi, kalsium dalam susu dapat membantu pembentukan gigi kuat. Selain itu susu melindungi permukaan email terhadap zat asam.
  • Anak-anak sering tidak terkontrol jajannya sehingga dikhawatirkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya. Susu dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium yang terdapat dalam makanan lain yang diserap oleh tubuh.
  • Anak-anak membutuhkan konsentrasi dan kerja otak untuk belajar. Kandungan yodium, seng dan leticin dalam susu membantu fungsi kerja otak besar.
  • Anak-anak sedang mengalami masa aktif dalam kegiatan fisik sehingga resiko mengalami luka sangat besar. Kandungan seng dalam susu mampu menyembuhkan luka dengan cepat.
  • Anak-anak sekarang dikenal dengan anak-anak yang aktif, penuh dengan target dan kegiatan.  Susu dengan kandungan magnesiumnya mampu membuat jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan.
Tentu saja masih banyak manfaat-manfaat susu bagi anak-anak. Karena begitu banyak manfaatnya dan begitu lengkap kandungan gizinya, maka susu layak mendapat julukan “darah putih” yang mampu membantu kesehatan manusia.

Supaya Anak Mau Minum Susu

Tidak semua anak suka dan mudah minum susu. Segelas susu putih dalam gelas tinggi sangat tidak menarik bagi anak-anak. Oleh karena itu, para orang tua harus meninggalkan cara lama dengan penyajian yang lebih kreatif dan menarik.

Di bawah ini ada beberapa saran yang bisa dicoba supaya anak-anak mau minum susu.

  • Jangan paksa anak untuk minum susu dalam porsi banyak. Berikan sedikit demi sedikit.
  • Minum susu tidak harus selalu saat sarapan pagi atau sebelum tidur. Minum susu bisa dilakukan pada saat anak sedang asyik bermain, belajar atau bepergian.
  • Sajikan susu dengan menarik. Bisa dalam cangkir bergambar tokoh kartun kesukaannya.
  • Variasikan susu dalam berbagai rasa. Kita bisa menambahkan coklat atau buah stroberi ke dalamnya.
  • Campurkan atau olah susu dengan bahan lain sehingga anak tidak merasa sedang minum susu. Contohnya, kita bisa mencampur susu dengan sereal.


Sedia susu Milkuat di kulkas
Melihat manfaat-manfaat dari susu, maka saya selaku seorang ibu berusaha supaya anak-anak mau minum susu. Saya selalu menyediakan susu di rumah maupun di kendaraan pada saat bepergian. Pada saat anak berangkat sekolah pun tidak lupa saya bekali susu. 

Sedia susu Milkuat di kendaraan

Ovi, anak perempuan saya, sulit sekali bangun pagi. Sehingga paginya selalu terburu-buru berangkat sekolah. Untunglah susu Milkuat bisa membantu saya. Walau dalam keadaan terburu-buru Ovi tetap bisa meminum susunya. Sehingga saya merasa tenang dan yakin Ovi siap belajar di sekolahnya.
Ovi minum susu Milkuat saat berangkat sekolah

O,ya apa sih kelebihan lain dari susu Milkuat ini? Ternyata susu Milkuat mengandung kalsium, fosfor, vitamin B1, B3, B5, B6, A dan D serta ekstra zat besi dan zink. Seperti yang sudah diuraikan di atas bahwa berbagai vitamin dan mineral dalam susu sangat dibutuhkan oleh manusia, terutama anak-anak.  Maka zat besi dalam susu Milkuat dapat membantu metabolisme energi, meningkatkan konsentrasi dan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan fungsi zink berfungi untuk membantu pertumbuhan, penyembuhan dan metabolism vitamin A, protein dan lemak. Hasilnya, anak yang minum susu Milkuat akan mendapat nutrisi susu ditambah manfaat zat besi dan zink yang dapat membuat anak tumbuh kuat dan cerdik.
Susu Milkuat sangat mudah diberikan kepada anak-anak saya karena praktis, kemasannya menarik dan rasanya enak.  
  
 “Meskipun susunya sudah habis diminum, botol susu Milkuat tiger, tetap bisa diajak bermain!” seru anak-anak saya dengan riang.

Adek senang main mobil-mobilan dan botol tiger susu Milkuat

Awan sedang mengajarkan cara membuat kostum bola di botol tiger susu Milkuat


Sumber referensi:

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog “Pengalaman Gizi dan Rasa Milkuat Botol Tiger dengan si Kecil”

Sabtu, 01 Desember 2012

Me VS My Twin, Buku Husna Yang Ke-5

PCPK Me VS My Twin, Penulis: Husna Salsabila

Aku baru saja terlelap tidur siang ketika Awan bilang ada Pak Pos. Sontak aku terbangun dan berfikiran, pasti itu bukuku Saranghae, Bluemoon yang dikirim penerbit.

Tidak ketinggalan suamiku pun turut datang dan bilang, buku Ibu ya?

Sambil masih setengah sadar, aku melirik logo di sudut amplop. Hah, Nourabooks? Good! Jadi bukan bukuku, hwuaaa....

Napa sih, aku segitunya? Ya lah, secara ini buku anak sekaligus buku solo perdanaku. Selama ini aku paling nerbitin antologi, selebihnya sibuk aja ngurus promosi dan penjualan buku karangan anak-anakku. Jadinya, pastilah berharap banget. Lagipula, acc penerbit bukuku jauh sebelum Husna nulis Holiday in Korea. Artinya, aku terloncati dua kali dengan buku Me Vs  My Twin ini. Duh... betapa sulitnya bukuku terbit T_T

Tapi, tidak apa-apa. Buku aku atau buku anak-anakku yang terbit, aku tetap gembira. Jadi, aku tetap bilang: Alhamdulillah, semoga laris dan berkah :)

Rabu, 21 November 2012

Buku Pertama Ovi


Alhamdulillah, akhirnya buku putriku Ovi (Fairuz Shofia) terbit juga. Ovi bersama teman-temannya yang mengikuti workshop pembuatan komik di Mizan mendapat kesempatan untuk menerbitkan karyanya dalam sebuah komik yang berjudul Komik Kecil-Kecil Punya Karya Next G Muffin Graphics.


Mudah-mudahan ini bukan karya pertama sekaligus terakhir. Karena baru minggu lalu, Ovi mengikuti workshop komik kembali yang diadakan oleh Toko Buku Togamas, Buahbatu Bandung. Kalau hasil pelatihannya bagus, maka karya komik Ovi akan diterbitkan juga. Mudah-mudahan saja hasil karya Ovi lolos lagi, amiin...

Selamat ya Ovi :)

Kamis, 08 November 2012

Ovi, Juara Membaca Terbanyak






Ovi memperlihatkan selembar kertas dengan bangga padaku. 
"Aku juara pertama, Bu," ungkapnya.
Sejenak aku menghentikan kesibukan memasakku untuk memberi perhatian. Di kertas kuning itu tertulis Fairuz Shofia (nama lengkap Ovi), terpilih sebagai juara pertama membaca di kelasnya selama bulan oktober sebanyak 1.317 halaman.
Sebenarnya piagam seperti itu bukan pertama kalinya aku terima. Kakak Ovi, Hamzah kerap menerima penghargaan seperti itu. Anak-anakku memang termasuk readerholic (eh, bener gak sih istilahnya). Dalam sebulan, mereka bisa saja melalap habis lebih dari 30 judul buku.
Kok bisa?
Banyak orang-orang menyangka aku membelikan anak-anakku, buku sebanyak itu. Padahal kadang tidak mengeluarkan sepeser pun. Caranya? Mudah saja. Jadi saja anggota perpustakaan. Yang dimaksud perpustakaan di sini, perpustakaan milik pemerintah tentunya.
Memang sih, harus ada ongkos untuk ke sana. Tapi, pintar-pintarnya kita saja. Aku sih diusahakan nebeng ke suami saat berangkat ke kantor :D
Lagi pula dibandingkan harus beli, tentu meminjam lebih ringan di kantong :D
Beberapa teman bertanya tentang caraku meningkatkan minat baca pada anak. Nah, mudah-mudahan tips yang aku share di bawah ini bisa membantu ya...


  1. Buat budaya membaca di rumah. Anak yang biasa melihat ayah dan bundanya membaca, akan cenderung suka membaca juga.
  2. Jangan larang anak untuk membaca di mana pun dan dalam posisi apapun selama itu tidak membahayakan kesehatannya.
  3. Biarkan buku ada di berbagai ruangan. Konsekwensinya bisa jadi rumah kita tidak selalu dalam keadaan rapi.
  4. Sediakan buku bacaan sesuai dengan tahapan usia anak. Menyediakan buku bacaan tidak harus membeli dengan harga mahal. Kita bisa membeli buku-buku diskon di pameran, buku atau majalah bekas yang masih laik baca, atau meminjam di perpustakaan dan taman bacaan.
  5. Bagi anak yang lebih kecil (3-5 tahun), orang tua bisa mendongeng dari buku-buku cerita anak. Saat mendongeng, gunakan vokal dan intonasi yang baik serta gerak tubuh (gesture) yang tepat.
  6. Ajaklah anak-anak ke toko buku atau pameran buku dan biarkan mereka memilih bukunya sendiri.
  7. Hargai setiap prestasi anak dengan menghadiahi mereka buku yang diinginkankannya.
  8. Pancing kepenasaran anak-anak dengan memberi buku berseri. Berikan buku jilid pertama dan lihat reaksi mereka. Kalau anak Anda penasaran, baru memberikan buku yang keduanya.
  9. Saat ini sudah ada perpustakaan-perpustakaan yang memiliki fasilitas nyaman seperti tempat membaca lesehan, ada bantal-bantal atau bonekanya, ada fasilitas edutoys-nya seperti puzzle, balok-balok susun, lego, catur, ular tangga, halma dan lain-lain. Jadikan tempat tersebut sebagai salah satu alternatif rekreasi keluarga.
  10. Dibutuhkan sikap bijaksana dari orang tua terhadap aktivitas menonton televisi. Tayangan televisi yang hanya menitikberatkan pada gambar dan suara bisa membuat anak malas membaca. Gambarnya yang cepat bergerak dan berganti, membuat anak tak biasa berkonsentrasi. Padahal saat membaca, anak butuh konsentrasi. 

Materi ini disampaikan juga di fb IIDN-Interaktif: http://www.facebook.com/groups/165731113482130/doc/259100444145196/


Selasa, 06 November 2012

Pelatihan Komik KKPK

Buat kamu yang berumur 7-12 tahun dan pengen bikin komik, ini dia info pelatihannya.
Bagi yang terpilih bakal diterbitkan lho...



Ovi sedang mengikuti workshop Komik KKPK di Tokbuk Togamas Buahbatu, Bandung

Sabtu, 03 November 2012

Kontributor Terbaik



Beberapa hari lalu menerima paket dari Mbak Navita Kristi Astuti. Isinya satu eksemplar buku berjudul 270 MUTIARA INSPIRASI BAGI IBU HAMIL dan kalender. Ingatanku langsung melayang pada audisi kontributor untuk buku ini di beberapa bulan yang lalu. Sungguh.Saya hampir melupakan yang satu ini.

Waktu itu, Vita (panggilan akrab saya ke Navita) mengumumkan audisi di facebook grup IIDN.Vita ingin supaya ibu-ibu mau berbagi pengalaman mengenai kehamilan dan melahirkan. Aku sih maju mundur membaca tawaran audisi itu. Pengen sih, tapi suka bingung apa yang mesti di-share. Rasanya nggak ada yang istimewa. Semua pengalaman melahirkanku cenderung normal-normal saja kecuali salah seorang anak ada yang sungsang. Tapi rasanya... orang lain pasti lebih hebat lagi pengalamannya.

Akhirnya karena ingin partisipasi, aku ceritain saja pengalaman "berbeda" saat melahirkan anak terakhir. Melahirkan waktu itu kuanggap berbeda karena aku berhasil mengalihkan rasa sakitku ke arah cara pandang yang berbeda.Bagiku itu "the best".  Entah ya menurut pembaca atau PJ.

Eh, ternyata... eh ternyata... hehe... PJ malah menyatakan tulisanku yang hanya setengah halaman itu sebagai tulisan kontributor terbaik dari 40 kontributor lainnya.  Hahaha... rasanya aku nggak percaya. Tapi demikianlah ya, Alhamdulillah... Sebagai kompensasinya, aku pun berhak mendapat bukunya yang diterbitkan oleh Pustaka Rama. Terima kasih Vita, semoga bukunya laris :)

Selasa, 30 Oktober 2012

Liputan Pabers di Koran Pikiran Rakyat

Liputan tentang Komunitas Penulis Bacaan Anak (Pabers) di HU Pikiran Rakyat, Kamis 18 Oktober 2012

Syarat Komik KKPK Next-G

Komik KKPK dan Komik KKPK Next G

Ada yang pernah baca Komik Kecil-Kecil Punya Karya Next-G?
Itu lho yang isinya terdiri dari beberapa cerita dari beberapa penulis. Penulis anak tentunya. Gambar komiknya ada dua versi. Yang pertama versi penulis aslinya. Yang satunya lagi versi ilustrator komik asli.

Buat kamu yang suka menggambar dan masih sulit menulis cerita panjang-panjang, membuat komik untuk buku Komik KKPK Next-G ini bisa jadi pilihan. Tapi tentu ada syarat-syaratnya.

Ini dia syaratnya:
1. Penulis berusia 8-12 tahun
2. Isi cerita sebanyak 4-6 halaman
3. Gambar komik sebanyak 2 halaman
4. Kirim ke alamat:
Muffin Graphics
Jl. Cinambo No. 137 Cisaranten Wetan,
Ujungberung, Bandung, 40294
Telp. (022-7834317)
5. Setiap karya yang dikirimkan harus mencantumkan formulir yang bisa kamu dapatkan di lembaran akhir buku Komik KKPK Next-G

Contoh formulir naskah Komik KKPK Next-G
Sumber dari sini

Selasa, 16 Oktober 2012

Hadiah Liburan ke Pulau Socotra



Hamzah dan buku Kania's Dream

Judul Buku: Kania’s Dream

Pengarang: Nelfi Syafrina

Penerbit: DAR! Mizan

Cetakan: I, Januari 2012

Tebal: 196 halaman

Kania suka sekali memanjat pohon. Selama berjam-jam ia duduk di dahan pohon jambu Pak Rahman sambil memandang Gunung Marapi dan Singgalang. Ketika Kania tahu uniknya bentuk pohon-pohon di Pulau Socotra, ia ingin sekali pergi ke sana. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan lomba memasak di kotanya yang berhadiah liburan ke Pulau Socotra.

Syarat lomba masak yang diikuti Kania ialah membuat makanan berdasarkan resep tradisional. Kania dibantu Daren sepupunya, bekerja keras menciptakan makanan yang unik tapi lezat. Sayang sekali dalam lomba tersebut Kania dicurangi oleh Helga, teman yang selama ini selalu iri padanya. Oleh panitia, Kania dianggap gugur di tahap pertama.

Bagaimanakah nasib Kania selanjutnya? Berhasilkah ia pergi ke Pulau Socotra? Sebuah cerita yang tidak hanya menghibur tapi juga mengenalkan jenis kuliner asli Indonesia. Asal tahu saja, buku ini diberi pengantar oleh Chef Bondan Winarno. Itu lho, chef yang sering tampil di televisi dengan ucapan “mak-nyuss”-nya. Chef Bondan sangat senang karena bidang kuliner dikenalkan pada anak-anak melalui cerita.

Kamis, 27 September 2012

Membuat Komik Sebagai Alternatif Cara Anak Mengekspresikan Diri



Contoh komik hasil karya anak yang diterbitkan (karya Chaca di Komik KKPK Next G)


Beberapa hari lalu, aku nerima kontrak penerbitan naskah dan gambar komik Hamzah dan Ovi. Pastilah aku gembira sekali. Satu hal yang aku tidak pernah bayangkan sebelumnya adalah ternyata gambar-gambar mereka  layak terbit.

Selama ini, pikiranku sempit. Untuk bisa diterbitkan, anak harus bisa nulis cerita, minimal cerpen. Namun untuk anak seumur Ovi  (9 tahun) dan anak cowok seperti Hamzah (11 tahun), pasti sulit sekali duduk menulis meskipun hanya satu halaman . Mungkin mereka bisa dengan dorongan full aku. Tapi, selain aku nggak tega, sepertinya untuk sekarang ini aku tidak punya banyak waktu lagi.
Berbeda dengan kakak-kakaknya dulu. Aku masih bisa fokus ke mereka. Sekarang sih, Si Kakak-kakak sudah ku lepas. Aku merasa sudah menurunkan ilmu-ilmuku pada mereka (jiyyaaah...sombong banget sih punya ilmu dikit juga. *dilempar sendal hehe...). Lanjut deh. Kalaupun mereka sekarang kesulitan, aku bisa ngasih saran-saran yang lebih pas karena aku sudah tahu gaya mereka. Lagi pula merekanya juga sekarang banyak kesibukan ekskur.
Balik lagi ke naskah Hamzah dan Ovi ya.
Awalnya, Hamzah dan Ovi aku ikut sertakan workshop komik di sebuah penerbit. Biayanya sih sebenarnya relatif ya. Untuk yang tidak pernah ikut pelatihan, mungkin biaya untuk dua pertemuan itu dibilang mahal. Tapi, kalau menurutku sih, untuk sebuah ilmu dan pengalaman, harga itu tidak sebanding. Hamzah dan Ovi yang pada dasarnya memang senang membuat gambar-gambar bisa menyalurkan kesenangannya itu.
Etapi, jangan dibayangkan gambar mereka itu seperti gambar para pelukis profesional ya. Atau gambar yang diwarnai dengan gradasi warna ala lomba-lomba gambar dan mewarnai jaman sekarang. Tidak sama sekali. Menurutku, asal mereka mampu menggambarkan bentuk tubuh manusia dan benda-benda  hingga pembaca tahu gambar apa itu, itu sudah cukup. Intinya, gambar itu bisa menjadi alat komunikasi antara pembuat gambar dan pembaca gambar.
Nah, itu masalah gambar. Yang keduanya adalah alur cerita. Ini yang bikin aku terharu. Mereka membuat cerita dengan sebuah konflik walaupun sederhana tapi itu adalah gambaran imajinasi original mereka yang ingin mereka sampaikan kepada kita. Sungguh perasaan yang luar biasa bagi orang tua yang mengikuti perkembangan anaknya sejak kecil.
Mungkin sharing pengalaman ini bisa menjadi inspirasi buat anak-anak lain atau orang tua yang ingin anaknya memiliki kegiatan dan keterampilan positif. Yang terpenting adalah anak-anak tahu salah satu cara bagaimana mengekspresikan dirinya. Masalah ternyata naskah itu ternyata dibeli oleh penerbit dengan nilai di atas biaya workshop? Ya, seneng juga sih :D.

Syarat pengiriman naskah komik KKPK Next-G, ada di sini:

Komik buatan Ovi dg judul Hantuuu... ada di Komik KKPK Next G Muffin Girls
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...