Minggu, 14 September 2014

Hore...Bikin Perkedel Lebih Gampang!


Biarpun saya jualan alat-alat masak, namun belum tentu saya
memiliki semua jenis alat masak yang saya jual. Kalau kayak gitu, alamat tekor ya Bo'. Dari dulu barang yang saya idam-idamkan itu Jumbo Chooper. Alat semacam blender tapi khusus untuk mengiling yang berat-berat. Bukan menggiling batu juga. Yang dimaksud seperti daging dan kentang. Memang menggiling daging dan kentang itu berat ya? Coba, saja.

Daging itu seratnya kuat. Pengalamanku nge-blend daging (blender kan alatnya) pakai blender biasa, blender langsung "ngahiung". Mesinnya ngeluh gak kuat muterin si pisau. Pisau terperangkap di antara serat daging yang alot. Beberapa teman cerita kalau blendernya langsung mengeluarkan asap dan memercikan api. Kebakar. 


Bagaimana dengan kentang?


Sama saja. Kentang yang saya maksud di sini adalah kentang untuk dibuat perkedel. Saya biasa menggoreng dulu kentang sebelum ditumbuk. Mungkin bunda-bunda yang lain ada yang mengukusnya. Pengalaman saya, kalau kentangnya dikukus itu, jadinya mudah hancur pas digoreng. Betul gak?
 
Nah mau dikukus atau digoreng, tuh kentang berat banget pas
Potongan kentang setelah digoreng
di-blend. Hasil gilingan belum halus, putaran pisau sudah macet. Ngeselin banget. Gimana gak ngeselin, kerjaan bikin perkedel belum selesai. Eh, nambah harus nyuci blender sampai ke sela-sela pisaunya. Bersihinnya harus benar-benar teliti karena adonan kentang lengket nempel kuat di sela-sela putaran pisau. Hadeuuuh....

Akhirnya back to gaya lama. Kembali menggunakan ulekan tradisional. Jujur, dalam proses pembuatan perkedel, proses ini yang paling tidak menyenangkan. Prosesnya lama, harus menghaluskan potongan kentang satu per satu. Apalagi sekali masak perkedel minimal saya menggunakan 1 kg kentang. Maklum keluarga besar. Membuat perkedel seperti ini membuat masakan tersebut saya masukkan ke dalam daftar MLHC. Apa tuh MLHC?  Masaknya Lama Habisnya Cepat. *ambil tisu, lap keringet*

Biar tampang kurang Ok tapi enak lho hihi..
Ya siapa yang tidak suka perkedel kentang bikinan saya? (anak-anak saya maksudnya). Dalamnya gurih matang, luarnya krispi dengan aroma daun bawang. Mmmm... Sekali makan, minimal lima perkedel dihabiskan setiap anak. Makanya, kalau mau bikin perkedel, saya suka menerawang dulu. Apakah waktu masak yang tersedia cukup luang? Kalau ya, baru oke. Kalau tidak, ntar-ntar saja deh.

Adonan kentang setelah digiling
Tapi sekarang, pertimbangan itu tidak lagi! (Bombastis amat). Sejak saya berhasil kitik-kitik suami untuk membeli Jumbo Chooper dari saya (hihi). Pekerjaan membuat perkedel kentang tidak sesulit dulu lagi. Sekilo kentang yang sudah saya goreng, semua saya masukkan ke dalam Jumbo Chooper ini. Dalam waktu 5-10 detik saja, taraaa...  adonan perkedel sudah halus sempurna.

Selanjutnya, saya buka tutupnya dan tarik pisaunya. Langsung deh dibumbuin dan siap digoreng menjadi perkedel kentang yang lezat.

Oya, buat bunda-bunda yang masih menggunakan ulekan dan cobek (dengan alasan apapun). Mungkin dengan diulek secara tradisional rasanya lebih lezat. Saya acungkan dua jempol. Etapi, saya mau sharing juga pengalaman mama saya. Menurut beliau saat ini banyak dijual ulekan set (istilahnya itu lho) yang terbuat dari semen. Bukan dari batu asli. Kebayang dong kalau akibat gesekan ulekan, semennya luntur dan nyampur ke makanan. Pastinya dalam jangka waktu lama bisa membahayakan tubuh kita. So, hati-hati saja ya Bun. Teliti sebelum membeli.

Oke, kayaknya itu saja yang bisa saya bagi saat ini. Biar sedikit yang penting bisa sharing. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bunda semua... Salam sayang... 😘
Daging di bola-bola ini digiling dengan menggunakan Jumbo Chopper

8 komentar:

  1. Alhamdulillah saya punya cobek batu. Tapi setuju jg kalo ngulek kentang ituuu..berat. Lengketnya itu yg bikin berat. He he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, bukan dari semen ya Mbak :)
      Iya berat, efek karbo kali ya.

      Hapus
  2. Ha..ha...juragan Oxone mah, Teteh ini. kalau saya hingga sekarang juga termasuk yg malas bikin perkedel. he..he..padahal uenak tenaan :D tfs, Teh .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum juragan ah hihi...
      Saya bikin perkedel karena suka bingung menu :D

      Hapus
  3. Seruu ya kalo punya Jumbi Chooper..gak usah berlama-lama buat bikin perkedel he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... kerasa banget ringannya :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Ya dong hehe... ;)
      Btw, begitu saya klik namanya, langsung ngelink ke artikel ya. Asyiik...asyiik... makasih ya :*

      Hapus

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...