Senin, 23 April 2018

4 Pemandangan Alam Spektakuler di Sumbar Bikin Pengen Balik Lagi



Untuk kedua kalinya saya berangkat ke Sumatera Barat. Kali pertama, di bulan Januari 2017 saya diajak suami karena salah seorang makwonya (tante tertua) meninggal. Sedangkan yang kemarin, tanggal 5-12 april 2018 itu karena adik sepupunya menikah.
Meskipun ada alasan khusus kenapa kita ke Sumatera Barat, namun suami tetap menyempatkan diri untuk berwisata ke tempat-tempat menarik di sana. Sebut saja Kelok 44 dan  Danau Maninjau. Untuk yang ini, tentu saja karena keluarga suami memang berasal dari Maninjau. Dan untuk sampai ke Maninjau kita harus melewati jalan berliku yang disebut Kelok 44. Nah, rumah keluarga suami tepat di samping danau. Jadi jika kita ingin menikmati indahnya Danau Maninjau, ya tinggal ke belakang rumah saja.
Tempat-tempat wisata lainnya yang saya kunjungi saat trip pertama, yaitu ke Musium Hamka, Lembah Anai, Lobang Jepang, Jam Gadang, Puncak Lawang dan menyempatkan diri berfoto-foto ria di Jembatan Kelok 9 Payakumbuh. Waktunya pendek sih, cuma 3 hari.
Jam Gadang
Sedangkan yang terbaru kemarin waktunya lebih lama, semingguan. Jika dulu saya langsung ke Maninjau, nah yang kedua kalinya ini saya lama di Bukittinggi. Meskipun begitu, saya menyempatkan diri berkunjung ke Maninjau semalam. Kalau ditotalin,  selama saya di Sumbar ini, saya berhasil mengunjungi tempat-tempat antara lain Masjid Raya Sumatera Barat, Lembah Harau, Ambun Tanai, Pantai Purus, Danau Singkarak, Ngarai Sianok, kelok 44, Danau Maninjau, ke Musium Hamka lagi karena ingin beli buku-buku Hamka, ke Jembatan Kelok 9 lagi karena ada saudara yang belum pernah ke sana, dan ke Jam Gadang lagi karena Bang Awan belum pernah kesana.
Los Lambuang 
Oya, sekedar info saja kalau pengen belanja oleh-oleh murah, menurut saya lebih baik di Pasa Ateh Bukittinggi, dekat lokasi Jam Gadang. Soalnya suamiku pernah beli kaos oblong di Harau harganya Rp 60.000,- per pcs. Eh, pas di Pasa Ateh itu untuk barang yang sama, ternyata harganya cuma setengahnya saja, alias Rp 30.000,- per pcs. Tentu saja suamiku jadi kalap beli hahaha... Suamiku juga penasaran dengan tempat makan yang bernama Los Lambuang. Jadi kita menyempatkan diri makan-makan di situ.
Banyak orang bilang, katanya mengelilingi seluruh tempat wisata di Sumatera Barat itu tidak bisa dalam waktu sebentar saking banyaknya tempat-tempat menarik di sana. Suamiku saja masih terus menyebutkan nama-nama tempat yang belum sempat dikunjunginya. Dan saat saya browsing di internet, ternyata masih banyak destinasi wisata di Sumatera Barat seperti  Istana Pagaruyuang, Pantai Air Manis yang ada patung Malin Kundang, Jembatan Siti Nurbaya, Museum Bung Hatta dan banyak lagi tempat yang menarik untuk dikunjungi.
Menurut saya, tempat-tempat wisata di Sumatera Barat itu menawarkan pemandangan alam yang spektakuler. Ini beberapa tempat yang menurut saya paling menakjubkan di Sumatera Barat:
1.      Kelok 44 dan Maninjau.
     

    Saya sampai terheran-heran bagaimana bisa ada masyarakat yang tinggal di cekungan sana, yang untuk sampai kesana pun harus menyusuri jalan yang curam dan belokan tajam luar biasa dengan jumlah 44 belokan. Jika dua mobil bertemu di belokan, maka mobil yang dari arah bawah harus memberi tanda klakson, supaya mobil yang di atas berhenti untuk memberi kesempatan mobil di bawah naik duluan. Secara mobil yang di bawah kan pastinya ngegas.
Di beberapa bagian jalan, kita akan disuguhi pemandangan hutan dengan monyet-monyet yang duduk-duduk di pinggir jalan. Sekali kita melemparkan kacang tanah, maka berombong-rombongan monyet lain akan keluar dari hutan menengadahkan tangan untuk meminta kacang. Wah...lucu sekali pokoknya!

Sampai di Maninjau, saya sampai bingung memilih harus melihat ke bukit yang hijau atau ke danau. Pokoknya, semua menawarkan keindahan yang spektakuler. Saya bersyukur suami berasal dari sana, sehingga kita selalu punya alasan untuk kembali kesana hahaha...
2.      Danau Singkarak

Danau Singkarak merupakan danau terbesar di Sumatera Barat dan ke-11 terbesar di Indonesia. Danau ini terbentuk karena aktivitas lempeng bumi atau disebut juga danau tektonik. Memandang luasnya danau sungguh membuat mata dan hati ini jadi adem. Apalagi ditemani oleh pasangan tercinta seperti di foto ini hehe...
3.      Lembah Harau

Lembah Harau merupakan salah satu lembah terindah di Indonesia. Jaraknya sekitar 47 km dari Bukittinggi. Di sana kita akan disuguhi pemandangan indah berupa tebing batu granit berwarna-warni dengan ketinggian 100 hingga 500 meter. Benar-benar menakjubkan deh! Kita tidak akan henti-hentinya memuji kebesaran Tuhan Yang Kuasa. O,ya selain itu terdapat pula beberapa air terjun yang ditampung pada sebuah kolam untuk digunakan sebagai fasilitas berenang dan outbond.
4.      Ngarai Sianok

Saat melewati celah Ngarai Sianok dalam keadaan mengantuk, saya sempat nanya ke suami, ini kenapa gunung sampai disemen begini?
Haha...mana ada gunung disemen?
Ya, Ngarai Sianok memang merupakan lembah sempit yang dikelilingi bukit-bukit bertebing curam. Rupanya, tebing itulah yang saya kira gunung yang disemen. Kontur Lembah Sianok ini terbentuk karena turunnya sebagian lempengan bumi yang memanjang sejauh 15 km dengan kedalaman tebing mencapai 100 meter dan lebar celah sekitar 200 meter. Wow...amazing!
Itulah, antara lain tempat wisata spektakuler yang sudah saya datangi dan selalu  mendatangkan kerinduan pada diri saya untuk kembali mengunjunginya, terutama Maninjau. Sungguh, saya telah jatuh cinta pada Maninjau dan seseorang yang berasal dari sana (maksudnya Pak Suami haha...). Pokoknya, Maninjau sudah menjadi tempat liburan impian saya. Kita sampai membayangkan memiliki rumah peristirahatan di sana. Aamiin deh!
Pada trip pertama, saya berangkat hanya bertiga dengan suami dan si kecil, Ade Yahya. Di trip kedua, kami berangkat berempat ditambah Bang Awan. Nah, rasanya gak adil dong kalau kita ke Bandung hanya cerita, cerita, dan cerita saja tentang keindahan Sumatera Barat pada kakak-kakaknya Yahya dan Awan. Teteh, Uni, Aa dan Kakak, sejak mereka lahir belum pernah sekalipun diajak berkunjung ke tanah leluhurnya di Sumbar sana. Inginnya sih setelah lebaran nanti kita bisa berangkat kesana semuanya. Berarti 8 orang ya. Mudah-mudahan saja liburannya cukup panjang dan rejekinya ada hehe...
Mungkin sekitar akhir juni, tarolah tanggal 20-an supaya harga tiket pesawat sudah kembali normal setelah lebaran. Nah, untuk dapat memperkirakan berapa budget yang harus disediakan, tidak ada salahnya saya mulai ngitung-ngitung dari sekarang. Selain supaya saya terpacu nabung, juga lebih terpacu kerja buat cari uangnya hehe...

Salah satu budget yang cukup besar dalam rencana liburan adalah biaya tiket pesawat dan biaya hotel. Untuk hal ini, sekarang sih segalanya mudah. Mulai dari mudah ngecek harga tiket pesawat hingga mudah pesan tiket pesawat. Saya coba buka website JD.id untuk mencari tiket pesawat murah. Ya, secara kan kita berangkatnya banyakan, jadi mesti maulah cari-cari harga tiket yang lagi promo. JD.id sendiri merupakan marketplace yang menjual berbagai produk, dari mulai Groceries, Mom & Baby, Phone, TV, Laptop, Camera, Home Living, Fashion, hingga JD Flight untuk memesan tiket pesawat dan JD Hotel untuk booking hotel.
Ternyata memang gampang. Di website atau aplikasi JD.id, khususnya kategori JD Flight ini, saya tinggal memasukan Kota Asal Keberangkatan: Jakarta-Bandara Soekarno Hatta, Kota Tujuan: Padang-Bandara Minangkabau, Tanggal Berangkat: Rabu 20 juni 2018, Penumpang: 4 dewasa, Kelas Penerbangan: ekonomi.

Kemudia klik ‘CARI’, nanti bakal keluar daftar harga tiket dari yang termurah hingga yang termahal tergantung maskapai dan jadwal penerbangannya. Setelah kita memilih maskapai dan  jadwal penerbangan, kita diminta untuk mengisi data penumpang (nama) dan data pemesan (nama, nomor HP dan email).

Kemudian klik ‘LANJUTKAN’. Maka akan keluar ‘Detil Penerbangan’ kita, mulai dari nama maskapai, kota asal dan tujuan, durasi, data penumpang, kapasitas maksimal bagasi, data pemesan, asuransi perjalanan, rincian harga hingga total yang harus dibayar.

Klik ‘LANJUTKAN’ lagi, di situ nanti kita akan diminta pembayaran ke nomor rekening yang disediakan. Setelah kita melakukan transfer, maka kita akan menerima e-ticket yang akan dikirimkan melalui email yang kita daftarkan. E-ticket akan kita perlihatkan kepada petugas pada saat check-in di bandara dan ditukarkan dengan tiket fisik, sambil menyerahkan bagasi.

Sudah-beres. Mudah kan? Pokoknya gak ribet-ribet. Cobain dulu buka web atau aplikasinya, gampang kok ngikutinnya. Saya juga yang gaptek bisa kok hehe... Nah, sekarang tiket sudah di tangan, kita hanya tinggal menunggu waktu terbang untuk menjemput liburan impian. Maninjau, Sumatera Barat, I’am Coming!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.


4 komentar:

  1. betul aku ke sumbar hanya 3 hari dua malam belum semuanya tp sdh terpesona dg alamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu mirip dengan trip saya yang pertama, Mba 😄

      Hapus
  2. pemandangan di alamnya bagus mbak, aku belum pernah ke sumbar, pingin sekali kesana :D

    BalasHapus
  3. Belum pernah ke Sumbar saya Mbak..Suami sudah beberapa kali saat lajang dulu (karena dia beberapa tahun kerja di Bengkulu)
    Dan, saya mupeng banget pengin ke Sumbar..Semoga nanti bisa:)

    BalasHapus

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...