Minggu, 06 Januari 2019

Mengapa Perlu Meninggalkan Jejak Tulisan di Momen Tahun Baru 2019? Ini Pertimbangan Saya



Apa rencanamu di tahun baru 2019 ini, kawan? 

Di media sosial, saya melihat sebagian orang tetap optimis dengan cara mencanangkan resolusi-resolusi yang ingin dicapainya satu tahun ke depan. 

Namun sebagian lagi ada yang mengungkapkan kekhawatiran. Penyebabnya mungkin karena banyaknya musibah yang menimpa bangsa Indonesia mulai dari tsunami, longsor, jatuhnya pesawat terbang dan lain-lain. 

Selain itu di tahun 2019 ini, bangsa Indonesia akan menghadapi pilpres. Sejak beberapa waktu lalu, kita semua dapat merasakan hawanya yang semakin memanas.

Bagi saya, bukan masalah optimis atau khawatirnya. Tapi hidup memang mesti dijalani dengan terencana. Jika kita memiliki kekhawatiran, justru dengan merencanakan kita jadi memiliki waktu untuk mensiasatinya atau setidaknya kita tidak mati konyol.

Sebenarnya, saya menulis tentang tahun baru 2019 ini karena tidak ingin melewatkan momen. Bagaimana pun tulisan adalah jejak yang saya tinggalkan secara sadar.

Saya ingin benar-benar ada dalam kesadaran bahwa saya sedang terus melangkah memasuki waktu yang baru. Entah itu masuk ke jam, hari, minggu, bulan atau tahun yang baru.

Kesadaran akan membuat saya semakin memahami berharganya waktu yang tidak akan pernah bisa kembali. Pun kemudaan dan kekuatan.

Namun di sisi lain, kita pun semakin mendapatkan pengalaman dan bertambah kebijaksanaan. 

Nah, itulah harapan saya di saat pergantian waktu, yang dalam hal ini pergantian waktu dari tahun lama 2018 ke tahun baru 2019.

Acara Tahun Baru 2019 Bersama Keluarga

Ini ya, cerita tahun baru 2019 saya.

Anak-anak bilang tahun baru 2019 ini seperti lebaran saja. Ya, kami semua berdelapan (saya, suami dan 6 anak) bisa berkumpul. Teteh yang di Bogor dan Aa yang di Serpong pada pulang ke Bandung.

Sebetulnya saya tidak merencanakan secara khusus acara tahun baru 2019. Tapi dengan berkumpulnya seluruh anggota keluarga, jadinya ya dimanfaatkan juga untuk merekatkan hubungan keluarga.

Kebersamaan Keluarga di Liburan Tahun Baru 2019


Saya sih cukup puas dengan panjangnya liburan tahun baru 2019 ini. Anak-anak yang SD, libur sekolah sejak tanggal 15 desember 2018 karena bertepatan dengan libur akhir semester ganjil. Mereka baru masuk sekolah kembali, kemarin hari jumat, tanggal 4 januari 2019.

Panjangnya liburan ini membuat saya lebih leluasa mengajak mereka ke beberapa tempat wisata. Nggak jauh-jauh sih karena anggaran dana juga sedang terbatas hehe... Hanya sekitaran Bandung dan Purwakarta, sekalian mengunjungi rumah orang tua.

Bagi saya yang utama itu tetap kebersamaannya.

Contoh, saat suami mengajak kita sekeluarga wisata ke Ciwidey. Kita tidak jadi sampai ke tempat tujuan karena macet. Tapi saya dan keluarga bisa ngobrol berbagai hal selama di kendaraan. Kenapa bisa seperti itu di kendaraan? Ya karena tidak ada yang bisa kita lakukan selain itu haha...

Kalau di rumah, saya, suami dan anak-anak malah sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal dengan ngobrol, kita bisa lebih tahu satu sama lain. Menyenangkan sekali kita membahas berbagai hal dan tertawa bersama.

Alhamdulillah. Bagi saya, apa pun selalu bisa menjadi hal positif dan disyukuri.

Acara Malam Tahun Baru 2019 Bersama Para Tetangga


Oya hal yang berkesan satu lagi adalah saat acara malam tahun baru 2019. 

Pengurus RT setempat mengajak warga berkumpul untuk bersilaturahmi di malam tahun baru 2019 ini.

Di acara itu kami membuat acara bakar-bakar makanan seperti ikan, jagung dan sosis. Sumber dana acara tersebut berasal dari sumbangan pengurus RT, warga dan dari kas PKK RT.

Selain menambah keakraban di antara tentangga, anak-anak pun senang sekali dengan acara itu. Mereka bisa bakar sosis dan jagung sendiri hingga makan sepuasnya.

Tahun Baru Kedua di Indonesia, Tahun Baru Imlek 2019

(sumber: faktabanten.co.id)

Omong-omong tentang pergantian waktu dalam hal ini tahun, sebetulnya di Indonesia, selain tahun baru 2019 yang berdasarkan penanggalan masehi, kita pun mengenal dua kali tahun baru lagi. Yang terdekat akan diperingati pada tanggal 5 februari 2019 yaitu tahun baru Imlek 2019.

Mungkin sudah pada tahu ya, kalau dulu perayaan Imlek di Indonesia dilarang dirayakan di depan umum. Namun sejak masa pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru mereka.

Dan pada tahun 2002, tahun baru Imlek resmi dijadikan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Megawati. 

Nah, boleh angkat tangan siapa teman yang bakal merayakan tahun baru Imlek 2019?

Tahun Baru Islam 2019 untuk Kembali Mengingat Pentingnya Momen Hijrah Rasulullah SAW

(sumber: merdeka.com)

Tahun baru berikutnya yang akan diperingati bangsa Indonesia, khususnya yang beragama Islam adalah tahun baru hijriyah. Tahun baru Islam 2019 ini akan bertepatan dengan tanggal 31 agustus 2019 sejak matahari terbenam hingga 1 september 2019.

Ya, penanggalan hijriyah memang dimulai sejak matahari terbenam atau waktu maghrib.

Menurut sejarah, kalender hijriyah baru resmi diberlakukan sejak masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khatab R.A. 

Penetapan ini bertujuan untuk mengenang hijrahnya Rasulullah saw. dari Mekah ke Medinah. Selain itu untuk menunjukkan betapa pentingnya momen hijrah bagi umat Islam.

Selamat Tahun Baru 2019, Mari Kita Berpikir Positif

Setelah cerita tentang tahun baru 2019 saya, keluarga dan lingkungan saya, serta macam-macam tahun baru di Indonesia, pada akhirnya, saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2019” kepada teman-teman.

Marilah kita jelang tahun baru 2019 dengan berpikir positif. 

Saya sendiri di tahun 2019 ini ingin lebih memaksimalkan potensi-potensi yang ada pada diri saya. Saya ingin menjalani kehidupan ini dengan bahagia. Saya ingin lebih berani berkata “tidak” terhadap hal-hal yang “nggak saya” banget.

Saya ingin mempraktikkan bahwa kendali hidup itu ada di tangan saya sendiri. Mau bahagia dan selamat ada di tangan saya. Dan menurut keyakinan dan pemahaman saya, kendali yang menyelamatkan dan membahagiakan itu adalah kendali berbingkai kalimat tauhid. Bagi saya, itulah makna membebaskan diri dari penghambaan kepada makhluk.

Adapun kekhawatiran akan berbagai musibah dan kejadian-kejadian negatif di tahun 2019, saya memilih semakin berserah diri kepada Allah swt. Makanya untuk hal-hal seperti ini, saya lebih memilih tidak banyak bicara terutama di medsos. Bagi saya, hal-hal negatif itu semakin dibicarakan malah merusak hati. Biarlah curhatnya sama Tuhan saja. 

Jadi, bukan saya tidak peduli ya. Tapi lebih baik langsung aksi.

Itulah rencana saya. Nah sekarang, apa rencana teman-teman di tahun 2019 ini?

11 komentar:

  1. Masih belum ada rencana mbak hehehe.. Semoga bisa lbh baik dari tahun sebelumnya

    BalasHapus
  2. Saya cm berharap indonesia bs jd lbh baik...
    Gak ada rencana untuk thn 2019 yg penting trs semangat bekerja heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...yra. Semoga sehat selalu ya, Mba biar tetap semangat 😊

      Hapus
  3. setuju mba.. kalobttg musibah2 si indonesia, ga usahlah dibicarain, tp lebih bagus aksi untuk membantu. Kita anggab semua itu sebagai pengingat utk lebih dekeeet lg dengan Yang Maha Kuasa.

    2019 aku cm pgn lbh banyak beramal, lbh banyak traveling, dan menyelesaikan target2 kantor yg makin naik :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... semoga seluruh cita-cita baiknya tercapai ya, Mba 😊

      Hapus
  4. Acara tahun baru di rumah sakit mbak, nemenin bapakku. Semoga tahun depan lebih baik. Aamiin. Selamat tahun baru ya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Turut prihatin, Mba. Semoga ayahnya cepat pulih kembali 🙏

      Hapus
  5. acara tahun baru di bandung, ada berita duka tante meninggal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi, saya turut berduka cita, Mba 🙏

      Hapus
  6. acara tahun baru memang mengesankan ya mbak. ada cerita suka dan duka. sedih kalau ada yang mengawalinya dengan berita duka. doa terbaik untuk kita semua di awal tahun. semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. salam kenal

    BalasHapus

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...