Selasa, 22 Januari 2019

Terapi Air Putih untuk Mempercepat Penyembuhan


Tahun 2013 saya pernah dirawat di rumah sakit hingga lima hari karena diare akut. Saya sendiri tidak tahu persis penyebabnya. Entah keracunan atau karena bakteri.

Saya ingat malam hari sebelum sakit, saya bikin jus buah untuk sekeluarga. Karena di dapur banyak sekali semut, saya semprot dulu permukaan dapur dengan obat anti nyamuk spray hingga semut-semut pada mati.

Setelah saya yakin dapur bersih, saya pun membuat jus. 

Saya minum jus sedikit saja. Rasanya lagi gak terlalu pengen. Tapi setelah itu, saya merasa badan agak-agak demam. Merinding-merinding gitu deh.

Nah, besok paginya mulai deh saya bolak-balik ke toilet gak berhenti-berhenti.

Awalnya saya mencoba mengobati dengan obat diare warung tapi gak ada dampaknya. Diare saya makin menghebat disertai muntah-muntah. Setiap saya makan, selalu langsung ke luar lagi. Ya dari atas, apalagi dari bawah. Badan rasanya sudah lemas sekali. Apalagi menahan sakit di perut yang melilit.

Suami bingung apa penyebab saya sakit. Kalau seandainya dari jus yang saya minum, buktinya anggota keluarga lain yang minum jus toh baik-baik saja.

Dua Kali Perawatan Rumah Sakit

Akhirnya suami pun mengajak saya ke dokter. Namun dokter malah menyarankan saya di bawa ke UGD rumah sakit untuk mendapatkan infus cairan. Katanya denyut nadi saya sudah melemah.

Ceritanya saya pun dibawa ke rumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan. Dengan infus, kondisi tubuh saya lebih baik. Saya merasa lebih segar. 

Tanpa menginap di rumah sakit, saya diijinkan pulang oleh dokter dengan dibekali obat sakit perut.

Sampai di rumah, awal-awal masih terasa nyaman. Namun begitu makan, rasa mual datang lagi. Sepanjang malam sampai besoknya saya kembali muntah diare.

Besoknya suami langsung mengajak saya ke rumah sakit lagi.

Setelah diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam, saya pun diharuskan rawat inap.

Saran Dokter Peluk Botol Air Mineral


Dua hari pertama di rumah sakit saya masih merasakan sakit perut melilit terus menerus. Datangnya secara berkala mirip seperti kontraksi saat akan melahirkan.

Dokter bilang saya harus banyak minum.

Saya bilang, saya selalu minum kok, dok. 

“Kalau kamu pengen cepat sembuh, kamu tidur dengan air di botol air mineral. Peluk botolnya. Minum terus menerus biarpun sedikit demi sedikit. Kalau kamu tidur lalu terbangun, gunakan untuk minum lagi. Begitu seterusnya,” tegas dokter.

Saran dari dokter pun langsung saya praktekkan. Alhamdulillah setelah itu perkembangan kesehatan saya membaik dengan cepat. Tubuh saya kembali segar, diare pun berhenti dan tidak terasa sakit di perut lagi.

Saya seperti merasakan keajaiban pengobatan dengan minum air putih secara rutin. Boleh dibilang 5 -10 menit sekali satu teguk. Sedikit saja, hanya seteguk. Lagi pula saat saya dalam keadaan mual tidak bisa dipaksa minum banyak. Kalau dipaksa, ya malah kemuntahin semua. Sia-sia deh!

Kalau seandainya saya tidak memegang botol air mineral, kemungkinan 1-2 jam kemudian saya baru ingat minum lagi. Tapi kalau botolnya dipegang, saya jadi ingat untuk minum terus menerus biarpun hanya sedikit.

Sejak saat itu, setiap saya sakit apapun di rumah, mau saya sakit flu, sakit demam atau pegal-pegal, saya selalu mempraktekan saran dokter tersebut. Bawa botol berisi air mineral kemana pun hingga ke tempat tidur. Kecuali ke toilet kali ya hehe... 

Saya minum sedikit demi sedikit secara terus menerus. Memang sih dampaknya ingin pipis terus. Tapi tidak masalah. Air masuk, air keluar, itu yang justru saya rasakan tubuh seperti sedang memperbaiki dirinya.

Kekurangan Cairan Dapat Merusak Sel-Sel Tubuh

Ternyata menurut literatur-literatur kesehatan pun benar bahwa membiasakan minum air putih itu suatu keharusan. Alasannya karena tubuh kita 50%-nya terdiri dari air. Jika kita sampai kekurangan cairan maka akan terjadi kerusakan sel-sel tubuh.

Banyak yang mengatakan bahwa kita perlu air minum minimal 1,5 liter per hari atau setara dengan 8 gelas air. Namun ada juga yang menyebutkan kebutuhan pria dan wanita akan jumla air minum itu sebetulnya berbeda. Wanita membutuhkan 2,6 liter dan pria membutuhkan 3,7 liter air setiap harinya.

Okelah mungkin kita minum air putih cukup 1,5 liter. Untuk tambahannya kita mengakalinya dari makanan-makanan berkuah, buah-buahan dan minuman-minuman lain hingga kebutuhan yang seharusnya bisa terpenuhi.

Kebutuhan Air Keluarga


Untuk air minum saya menggunakan air mineral galon. Dalam seminggu, keluarga saya biasa menghabiskan hingga 3 galon. Sedangkan untuk kebutuhan masak dan kebersihan, saya menggunakan air PDAM yang saya tampung di bawah teras rumah. Kemudian air disedot dengan pompa air ke toren di atap rumah.

Alhamdulillah sih, untuk soal ketersediaan air saya tidak pernah ada masalah. Tinggal bersyukur saja dan memanfaatkan sebaik-baiknya. 

Demikian pengalaman saya sembuh lebih cepat dengan terapi air minum. Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa memberikan inspirasi bagi teman-teman yang saat ini sedang memiliki masalah kesehatan ya.

2 komentar:

  1. kayaknya saran meluk botol berisi air putih boleh jg tuh walopun ga sakit ya mbak.. aku biasanya klo lg tdr juga sedia air putih di kamar, maklum .. aku jg tukang minum soalnya hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sampai sekarang, Mba. Nyimpen air minum botol di tempat tidur. Bangun tidur, langsung mimum hehe...

      Hapus

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...