Minggu, 16 Desember 2018

Buku Anak Virus Seramon: untuk Mengenal Orang dengan HIV Aids Lebih Dekat


Saya ingat desember tahun lalu, teman saya Ibu Ira Canra, seorang aktivis sekaligus pengurus di Forum Warga Peduli Aids Kota Bandung, memperlihatkan sebuah buku anak yang berjudul “Virus Seramon”. 

Jujur, saya terhenyak saat melihat dan memegang buku itu karena buku anak “Virus Seramon” diperuntukan bagi anak ODHA (Orang Dengan HIV Aids). Benak saya langsung melayang pada sosok anak-anak yang pada usia sebelia itu sudah terinfeksi virus HIV. 


Rasanya... bagai ada sebuah generasi yang akan hilang ๐Ÿ˜”.

Nah, di bulan desember ini, khususnya tanggal 1 desember, warga dunia dan orang dengan HIV AIDS biasa memperingati Hari Aids Sedunia. Bagi kita yang tinggal di perkotaan dan biasa mengakses informasi, mungkin ya sudah tidak asing lagi dengan istilah HIV Aids ini.

Penyuluhan mengenai HIV Aids di Pertemuan PKK tingkat RT

Namun kemarin, tanggal 10 desember, ceritanya saya mengundang Ibu Ira Canra ke acara arisan ibu-ibu PKK tingkat RT di lingkungan saya untuk memberikan penyuluhan dengan tema “Peran Keluarga dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV Aids.”. 

Tahu gak? ๐Ÿ˜ฏ

Ternyata banyak kalangan masyarakat yang masih awam. Mereka tahu istilah HIV AIDS tapi mereka sama sekali tidak tahu bagaimana gejala HIV AIDS dan cara penularan penyakitnya. Kata Bu Ira, cara penularan HIV AIDS sama sekali berbeda dengan penyakit demam berdarah yang menular lewat gigitan nyamuk atau hepatitis yang dapat menular lewat air liur atau flu yang bisa menular melalui udara.

Gambar diambil dari makalah Forum Warga Peduli Aids yang disampaikan oleh Ibu Ira Canra

Terus gimana dong cara penularannya? Pantengin terus tulisanku ini yak hehe...๐Ÿ˜‰

SEKILAS PENGETAHUAN TENTANG HIV AIDS DAN ORANG DENGAN HIV AIDS

Istilah-Istilah HIV AIDS


Sebelumnya, samakan dulu pengetahuan kita tentang istilah-istilah HIV Aids ini ya ๐Ÿ‘.



HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

AIDS (Acquired Imunne Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh).

ODHA (Orang Dengan HIV Aids) adalah sebutan bagi penderita HIV AIDS.

Nah, dari pengertian istilah-istilah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa orang yang terinfeksi HIV, belum tentu penderita Aids ☝️.

Gejala HIV Aids


Kapan dong, orang yang terinfeksi HIV bisa dikatakan sebagai penderita Aids? ๐Ÿค”

Ilustrasi virus HIV


Ketika HIV terus berkembang dalam tubuh, semakin lama orang yang terinfeksi akan kehilangan kekebalan tubuh sehingga muncul gejala-gejala dari hilangnya kekebalan tubuh tersebut. Biasanya penderita akan mudah jatuh sakit dan tubuhnya melemah. Pada saat itulah dia baru dikatakan sebagai penderita HIV AIDS (ODHA). 

Adapun gejala HIV AIDS antara lain demam dan diare kronis berkepanjangan, berat badan menurun drastis, lelah, nyeri otot, batuk kering, keringat di malam hari, infeksi jamur dan lain-lain yang tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasanya.

Pengobatan HIV Aids





Sayangnya, pengobatan HIV Aids yang ditemukan hingga saat ini barulah sebatas menekan laju perkembangan virus HIV. Nama obatnya ARV (Antiretroviral). Jadi belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan 100% penyakit ini.

Untuk mempertahankan hidupnya, orang dengan HIV Aids mesti minum obat ARV ini dengan dosis dan jadwal tertentu. Tidak boleh kurang dan tidak boleh terlambat. 

Jika sekali saja meleset dari dosis atau waktu yang ditentukan maka untuk pengobatan selanjutnya, dosis harus ditambah. Jika tidak, maka obat yang penderita konsumsi tidak akan memberikan dampak apapun sehingga virus HIV akan terus berkembang dalam tubuhnya.

Mengingat hal itu, terbayang kan jika penderita HIV Aids adalah anak-anak? Mereka harus minum obat sepanjang hidupnya. Coba lihat anak kita saat diminta minum obat. Anak kita, disuruh makan saja susah, apalagi disuruh minum obat. Saya kira, rata-rata anak biasanya seperti itu termasuk anak penderita HIV Aids.

BACA JUGA: Menghadapi Anak Usia Remaja

Anak-anak penderita HIV Aids itu tentu akan bertanya-tanya kenapa mereka harus minum obat terus menerus sementara anak lain tidak ๐Ÿ˜”. 

Nah, karena permasalahan seperti itulah maka buku “Virus Seramon” dibuat.


BUKU ANAK “VIRUS SERAMON”




Bentuk fisik buku anak “Virus Seramon” ini seukuran kertas A4 dengan posisi landscape. Terbuat dari kertas Art Karton dengan jilid spiral. 

Format bukunya berupa picture book yaitu buku bergambar yang menggabungkan narasi visual dan verbal. Ilustrasinya berupa gambar-gambar kartun dengan warna-warni cerah. Font tulisannya pun tidak terlihat formal. 

Pada cover buku tertulis judul buku VIRUS SERAMON dengan tulisan yang cukup besar. Disertai sub judul: "Sebuah dongeng yang mendorong kesehatan dan kesejahteraan anak". Sementara ilustrasinya menampilkan gambar kartun dua figur Virus Seramon yang sedang menangis. 

Oya, di dalam ceritanya dituliskan jika Virus Seramon itu mempunyai tubuh bulat ditutupi kancing ๐Ÿ˜ฎ.

Buku ini sendiri merupakan adaptasi dari buku berbahasa inggris yang berjudul “The Devimon Virus” karangan Nisachol Ounjit dan diterbitkan oleh Medecins Sans Frontieres, Thailand pada Juni 2002. Sementara di Indonesia terbit pertama kali pada Juli 2014 oleh Yayasan Spiritia atas dukungan TREAT Asia The Global Fund. 

Terbitnya sudah lama juga ya? Tapi saya yakin baru sedikit dari kita yang mengetahui adanya buku ini. 

Sekarang mari kita buka dulu bukunya ya. Di halaman kedua, ada kata pengantar dari Natasya Evalyne Sitorus, selaku Manajer Advokasi dan Psikososial, Lentera Anak Pelangi yang mengutarakan tentang pentingnya buku anak “Virus Seramon” dibuat dan dipublikasikan. Kemudian disebutkan pula sekilas mengenai anatomi buku dan cara menggunakannya. Terakhir ucapan terima kasih kepada penerbit dan pihak yang telah mendukung terbitnya buku tersebut.

Setelah itu lanjut ke isi cerita yang terdiri dari 17 halaman dengan ilustrasi di tiap lembarnya dan sedikit narasi di bawahnya.



Ceritanya mengisahkan tentang sebuah desa yang bersih dan indah di mana para hewan tinggal dengan bahagia. Anak-anak pun bermain dengan riang gembira di sana. 

Namun kebahagiaan mereka terganggu karena ulah Nenek Sihir yang ingin menguasai desa. 

Awalnya Nenek Sihir mengirimkan kuman biasa ke penduduk desa sehingga seluruh penduduk termasuk anak-anak pun jatuh sakit. Namun mereka bisa segera sembuh kembali setelah minum obat dan melakukan pola hidup sehat. 

Obat dan pola hidup sehat membuat Kekuatan Sakti yang ada dalam tubuh para penduduk mampu menyerang kuman hingga kuman mati atau menyerah dan keluar dari tubuh.

Nenek Sihir tidak putus asa begitu saja. Ia mengundang kuman yang lebih hebat yang bernama Virus Seramon untuk menyerang penduduk. 

Penduduk pun kembali melakukan usaha seperti yang dilakukan pada kuman terdahulu. Namun ternyata, kuman yang bernama Virus Seramon ini berbeda. 

Virus Seramon tidak bisa mati! ๐Ÿ˜ฉ

Karena serangan Virus Seramon ini, akhirnya banyak hewan jatuh sakit, tubuhnya melemah dari waktu ke waktu hingga akhirnya tidak dapat bertahan hidup. 

Ooh... menyedihkan sekali bukan? ๐Ÿ˜ข

Kekuatan Sakti tidak berdaya melawan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan tubuh karena telah dilumpuhkan Virus Seramon.

Nah, pada akhir cerita disebutkan bagaimana usaha-usaha penduduk desa melawan Virus Seramon sehingga mereka tetap dapat beraktivitas seperti semula.

Penasaran bagaimana caranya? Baca bukunya ya hehe...๐Ÿ˜‰

PERAN ORANG TUA ATAU PENGASUH ANAK PENDERITA HIV AIDS



Kembali pada niat awal dibuatnya buku ini yaitu sebagai media untuk memberi pemahaman kepada anak-anak penderita HIV AIDS, maka di sini diperlukan peran orang tua atau pengasuh. Orang tua atau pengasuh harus bisa menyampaikan dengan bijak kepada anak-anak penderita HIV Aids berkenaan dengan yang terjadi pada diri mereka sehingga mereka bisa mengerti pentingnya minum obat sesuai dosis dan tepat jadwal sepanjang hidup mereka

Orang tua atau pengasuh bisa membaca saran penggunaan buku di halaman-halaman terakhir buku. Di situ ada contoh-contoh pertanyaan berkenaan dengan dongeng Virus Seramon yang bisa didiskusikan bersama anak-anak untuk memastikan anak-anak memahami isi cerita.

Selanjutnya ada juga contoh-contoh pertanyaan sebagai bahan diskusi yang lebih mengarah kepada pemahaman anak-anak tentang HIV Aids, gejala HIV Aids yang mereka rasakan dan pengobatan HIV Aids yang mesti mereka lakukan.

Kebayang kan perjuangan mereka, anak dan para pengasuhnya sepanjang waktu dalam usaha mempertahankan hidup? Hiks...๐Ÿ˜ญ

KESIMPULAN


Saya sengaja mengangkat isu ini dengan harapan kita semua bisa tahu lebih dekat dan peduli mengenai HIV Aids. Karena sekali virus ini menginfeksi tubuh maka hidup orang yang terinfeksi berada diambang bahaya. Kita pasti sering mendengar tagline “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Lha ini masalahnya diobati pun tidak bisa sembuh total ๐Ÿ˜–.



Kemudian dengan pengetahuan yang tepat, kita pun bisa bersikap lebih bijak dan tidak memberikan stigma negatif kepada semua orang dengan HIV Aids. Contoh kepada anak-anak penderita HIV Aids ini. Apa coba salah mereka? Adilkah kita jika sampai mengucilkan mereka? Padahal setiap anak yang lahir ke dunia memiliki hak yang sama.

Contoh anak yang lahir dari hasil perzinahan di jaman Rasulullah saw. Rasulullah menyebutkan bahwa anak itu harus tetap mendapatkan haknya dikandung dengan baik dan disusui ibunya hingga hukuman bagi ibunya pun bisa ditangguhkan. 

Memang beda kasus tapi intinya adalah adanya hak anak yang tidak bersalah. Sementara orang dewasa bersalah saja masih diberi kesempatan bertobat selama masih hidup di dunia ini. Jika kita bersikap diskriminatif, ibaratnya bagi mereka sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mampukah mereka tetap semangat melanjutkan hidup di tengah stigma negatif kita?

Selain itu, mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi para penulis buku anak, ilustrator dan penerbit buku anak di Indonesia untuk membuat buku serupa. Karena ternyata buku anak “Virus Seramon” ini tidak diperjualbelikan sehingga penyebarannya sangat terbatas dan sulit didapatkan. Jika pun berminat, teman-teman bisa download berbayar e book-nya di Website Scribd.

Judul: Virus Seramon, Sebuah dongeng yang mendorong kesehatan dan kesejahteraan anak.

Penulis: Nisachol Ounjit

Ilustrator: Giovano Lumoindong

Penerbit: Yayasan Spiritia

Tebal: 22 halaman

BAHAN BACAAN:
1. Makalah Forum Warga Peduli Aids
2. Website Multicultural HIV and Hepatitis Service

16 komentar:

  1. Membaca kolom ini...banyak yg kita dapatkan...informasi?, jelas. Tapi yg penting juga ada bahan renungan bersama ketika membicarakan HIV beririsan dengan anak, ibu rumah tangga, generasi yg akan hilang. ..semua memberi banyak pertanyaan, dan yg terpenting kita tahu cara pencegahan dan penularannya. krn ketika dikenali cara penularannya, kita sepakat akan selalu mencari pencegahannya.
    Sangat inspirarif bu yas. Thx juga sdh mencantumkan nama saya d tulisan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Ibu, berkat bimbingan Ibu, saya bisa menulis tentang HIV Aids ini ๐Ÿ™

      Hapus
  2. Trims sharingnya. Jadi semakin faham tentang virus ini dan penyebarannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mba Hani. Senang sekali jika tulisan saya bermanfaat :)

      Hapus
  3. yang perlu dijauhi adalah penyakitnya bukan orangnya. Kasihan para Odha yang masih mengalami diskriminasi. semoga dengan ada komik ini bisa memberikan penegtahuan awal kepada anak2...

    saya sraankan untuk rajin donor darah, donor darah artinya cek darah gratis. jika ada penyakit di darah akan dihubungi oleh PMI. pastikan juga donornya ke PMI mbak

    BalasHapus
  4. wah buku yang bagus. semoga masyarakat semakin tercerahkan dengan informasi tentang aids dan tidak banyak yg salah paham lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kasihan kan kalau masih disalahpahami. Ujungnya mereka kena diskriminasi.

      Hapus
  5. Ini bukunya dijual bebas nggak Teh? Buku2 terbitan yayasan gitu biasanya agak susah didapetinnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang susah, Mba. Gak dijual bebas. Makanya ayo bikin :)

      Hapus
  6. thanks buat sharingnya mbak,, HIV Aids eamng penyakit yang harus kita waspadai karena pengobatannya belum 100% ditemukan

    BalasHapus
  7. Buku ini menarik sekali. Sayang distribusinya kurang. Padahal memang lebih baik mengajarkan hal-hal seperti ini sejak usia dini.

    BalasHapus
  8. 2 temenku meninggal karena aids :(. 2-2 nya cowo, dan 2-2 nya digosipkan gay. sedih sih, apalagi mereka bisa dibilang temen yg aku kenal baik.. Ada banyak sbnrnya orang2 yg berperilaku gay di kantorku. Ntah mereka nantinya bisa berubah ato mau trs seperti itu..... kdg aku pikir, kok ga takut yaaa ama penyakitnya, ama hukuman Tuhan nanti.. :(

    dan lebih kasian kalo sampe mereka menularkan penyakit ini ke istri2nya ato anak2 ..

    BalasHapus

Terima kasih ya atas kunjungan dan komentarnya ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...